Selepas merasakan pengalaman mandi di mata air yang dipanaskan dengan lahar gunung purbakala, Parang Wedang, kami menyantap perbekalan di tempat duduk di depan sebuah mini market. Kami pilih jam kunjungan pukul 13.00, yakni setelah jam makan siang staff , sehingga masih ada cukup waktu sebelum jam operasional museum berakhir, dan kami tidak harus berkeliling dengan terburu-buru seperti di Museum Nasional Jakarta waktu itu. Ini kami rancang (seperti kujelaskan dalam tulisan sebelumnya) agar kami berdua yang memiliki waktu temu amat langka, betul-betul puas dengan " plesir pesisir " hari ini. It was so astounding . Dengan hangat kami berdua dipandu menjelajah museum ini. Sebelum masuk, tentunya protokol yang ketat harus kami penuhi. Sempat suhu tubuhku terdeteksi terlalu tinggi, tapi rupanya itu hanya karena paparan panas pesisir selatan yang butuh beberapa menit berteduh saja untuk hilang >.< Hasil pengecekan suhu ulang membuktikannya. Kami kemudian menuju pintu setela...
featuring all the things that make me human. because every breath is full of love and learning.